Maulid Nabi 1448 H di RW 07 Kebon Kopi, Warga Diajak Teladani Akhlak Rasulullah

Posthing.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di RW 07 Kampung Kebon Kopi, Desa Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur, berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, Jumat (11/9/2026) malam.

Mengusung tema “Cinta Kepada Rasulullah SAW – Bekal Mengarungi Kehidupan”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak dan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi yang digelar selepas salat Isya itu dihadiri Kepala Desa Pengasinan Nurcholis, Sekretaris Desa Pengasinan Irvan Ruswandi, Direktur BUMDes, Ketua MUI Desa Pengasinan, Ketua RW 06, para ustaz dan ustazah, tokoh masyarakat, serta warga RW 07 Kampung Kebon Kopi.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang memadati lokasi acara.

Ketua RW 07 Tengku Aldriansyah selaku tuan rumah dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena warga dapat kembali berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Alhamdulillah atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya, kita dapat berkumpul bersama di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Menurut Tengku Aldriansyah, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.

“Karena kita cinta kepada Nabi Besar Muhammad SAW, maka marilah kita ikuti segala perintahnya dan berkeinginan menjadi muslim yang amanah, saleh dan salehah. Mari kita jadikan Maulid Nabi ini sebagai pelajaran dalam kehidupan sehari-hari, pelajaran tentang kebaikan,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong warga RW 07 untuk menjadi pribadi yang lebih baik, semakin dekat dengan Nabi Muhammad SAW, serta istiqamah menjalankan ajaran dan perintahnya.

Dorong Generasi Muda Kenal Rasulullah

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Desa Pengasinan Ustaz Thohir mengajak seluruh jamaah, para pengajar, serta umat Muslim untuk terus memperkuat syiar dakwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi memiliki peran penting dalam membentuk akhlak generasi muda.

“Ini bentuk partisipasi kita dalam membentuk akhlak generasi. Mari kita kenalkan putra-putri kita kepada Nabi Muhammad SAW. Jaga anak-anak kita agar tidak terbawa zaman, jangan sampai sibuk dengan HP hingga lupa mengaji dan salat lima waktu,” pesannya.

Ustaz Thohir juga menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Gunung Sindur yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026.

Ia mengatakan, anak-anak Desa Pengasinan yang berhasil meraih juara dalam MTQ tingkat desa akan diberikan kesempatan untuk mewakili desa dalam perlombaan tingkat kecamatan.

“InsyaAllah putra-putri kita yang mendapatkan juara MTQ tingkat desa akan kami ikut sertakan dalam perlombaan tingkat kecamatan,” ujarnya.

Kades Pengasinan Apresiasi Antusiasme Warga

Sementara itu, Kepala Desa Pengasinan Nurcholis menyampaikan apresiasi kepada Ketua RW 07 dan seluruh masyarakat yang telah menyelenggarakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Nurcholis juga menyampaikan permohonan maaf karena hadir terlambat. Sebelumnya, ia menghadiri takziah dan mendoakan almarhum H. Zaenal Abidin.

“Kami mohon maaf karena sebelumnya menghadiri takziah almarhum H. Zaenal Abidin untuk mendoakannya,” ucap Nurcholis.

Dalam kesempatan tersebut, Nurcholis juga berinteraksi dengan anak-anak yang hadir. Ia mengajak mereka maju ke depan untuk menjawab sejumlah pertanyaan seputar agama serta mengenal nama-nama pemimpin di lingkungan RW 07 dan Desa Pengasinan.

Suasana semakin semarak ketika Nurcholis menjanjikan hadiah uang bagi anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar.

“InsyaAllah jika jawabannya benar akan kami berikan hadiah uang,” ujarnya.

Antusiasme anak-anak pun terlihat ketika mereka berlomba menjawab pertanyaan yang diberikan.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut kemudian ditutup dengan pembacaan shalawat bersama dan doa.

Suasana haru, religius, dan kekeluargaan mewarnai kegiatan yang diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat. (chr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *