Posthing.id– Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) memperkuat layanan digital iPusnas guna meningkatkan keamanan, stabilitas, dan kualitas akses informasi bagi masyarakat.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan perpustakaan digital secara menyeluruh, sekaligus memastikan iPusnas tetap dapat diandalkan sebagai platform literasi nasional di tengah tingginya kebutuhan akses informasi berbasis digital.
Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menegaskan bahwa penguatan iPusnas tidak berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran 2026, melainkan merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan jangka panjang.
“Perbaikan iPusnas dilakukan secara komprehensif untuk memastikan layanan yang lebih aman, stabil, dan berkelanjutan ke depan,” ujar Joko Santoso di Jakarta, Senin (30/3).
Penguatan sistem iPusnas dilakukan melalui berbagai langkah, antara lain peningkatan keamanan sistem, penerapan manajemen hak digital (Digital Rights Management), serta pengujian menyeluruh atau end-to-end testing. Upaya ini bertujuan untuk meminimalkan potensi gangguan layanan serta memastikan kenyamanan pengguna dalam mengakses koleksi digital.
Dalam proses tersebut, Perpusnas juga berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) guna memastikan standar keamanan sistem sesuai dengan ketentuan nasional.
Selain penguatan sistem, Perpusnas memastikan bahwa akses terhadap koleksi digital melalui iPusnas tetap terjaga. Masyarakat dapat terus memanfaatkan layanan ini untuk mengakses buku digital, bahan bacaan, serta berbagai sumber pengetahuan lainnya secara mudah dan luas.
Perpusnas juga menegaskan bahwa iPusnas merupakan salah satu pilar utama dalam pengembangan layanan perpustakaan berbasis digital. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas agar platform ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan akses informasi secara daring.
Di sisi lain, Perpusnas memastikan bahwa penguatan iPusnas berjalan seiring dengan komitmen menjaga layanan publik secara keseluruhan. Kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026 tidak memengaruhi operasional layanan digital maupun layanan perpustakaan secara langsung.
Dengan berbagai langkah penguatan tersebut, Perpusnas berharap iPusnas dapat terus berkembang menjadi layanan digital yang aman, andal, dan berkelanjutan, serta mampu mendukung peningkatan literasi masyarakat di seluruh Indonesia.
“iPusnas diharapkan menjadi sarana utama masyarakat dalam mengakses pengetahuan secara digital, sekaligus mendukung pembangunan literasi nasional,” pungkas Joko Santoso.

