Posthing.id – Lantunan musik, tari dan lagu bernuansa cinta kasih menggema dalam konser musik hanyutkan perasaan ratusan penonton yang hadir di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan.
Perguruan Cikini Symphony Orchestra kembali menggelar konser musik Bertajuk Romantismo Musical En El Sentido de La Vida Ileno de Amor atau kehidupan musikal dengan sentuhan cinta kasih kepada keluarga.
Konser ini menampilkan kolaborasi luar biasa dari berbagai unit pendidikan di bawah Yayasan Perguruan Cikini antara lain; Perguruan Cikini Symphony Orchestra, TK Percik Choir, SD Percik Choir, SMP Percik Choir, SMA & SMK Percik Choir, Tjikini Choir, SD, SMA1, SMA2 & SMA3 Percik Dancer, SMM Voice’s, SMM Guitar Ensamble.

Penampilan mengesankan juga dihadirkan dari para Solis: Defi I,S – Gavrila Abigail – Shekinah J.N.S – Hania S.H.
Dipimpin Drs. Susiyanto sebagai Production Director, Adi Putra sebagai Conductor & Music Director, Hudiwitanti Hudoro sebagai Chorus Master, serta Gilang Ramdhanidiansyah sebagai Audio Producer.
Deretan lagu yang dinyanyikan antara lain: Andaikan Aku Punya Sayap, Cinta Untuk Mama, I Have a Dream, Hey Jude, Surat Cinta, You Rise Me Up, Sempurna, Song From Secret Garden, Cinta Indonesia, Pupus, I Have Nothing, I Will Always Love You, Judge, dan Juwita Malam.
Konser ini tak hanya menjadi pertunjukan, tapi juga wadah untuk para siswa belajar untuk bersama dalam pendidikan seni musik menghasilkan karya terbaiknya.
Drs. Susiyanto, Direktur Dikdasmen YPC sekaligus Production Director konser, menekankan bahwa bermusik bukan hanya soal kepandaian memainkan alat musik dan estetika suara, tapi juga pembentukan karakter.
“Melalui bermain musik, anak-anak belajar tentang empati, kerja sama, dan mendengar. Mereka tidak hanya melatih keahlian teknis, tapi juga nilai-nilai sosial dan cinta sesama yang akan mereka bawa dalam kehidupan,” ujar Susiyanto, kepada awak media pada Minggu malam, (1/2/2026).
Menurutnya, keberhasilan konser ini tidak hanya diukur dari kekayaan artistiknya, namun juga dari bagaimana prosesnya membentuk karakter, tenggang rasa, dan disiplin anak-anak sebagai generasi masa depan.***

