وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ
Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan).” Surat Ghafir (40) ayat 60
Posthing.id – Ustazah Bahijah Hamid kembali menjaga pentingnya gerakan doa nasional sebagai landasan spiritual dalam menjaga keselamatan dan keberkahan bangsa Indonesia. Seruan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Khatmul Our’an dan doa bersama yang digelar di Toko Alhamd Carpet Radio Dalam, sebuah tempat yang selama ini dikenal sebagai lokasi ratusan kali khataman Al-Our’an serta majelis dzikir dan tausiyah para ulama.
Menurut Ustazah Bahijah Hamid, doa bukan sekedar amalan pribadi, melainkan kekuatan kolektif yang dapat
mempengaruhi perjalanan sebuah bangsa. Ia menegaskan bahwa mendoakan pemimpin, bangsa, dan negara merupakan kewajiban moral dan spiritual seluruh rakyat Indonesia. Momentum doa nasional ini sebelumnya juga pernah dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2025, bertepatan dengan hari kelahiran Bapak Presiden Prabowo Subianto Hafidzahullah.
Pada saat itu, sejak sebelum matahari terbit, doa dan munajat telah dipanjatkan untuk keselamatan Presiden, kemajuan Indonesia, serta perdamaian dunia. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Bapak Malik Mahboob Ahmad bersama Majelis Ta’lim Daruttagwa yang dipimpin Ustazah Bahijah Hamid. Khatmul Our’an dipersembahkan khusus sebagai bentuk dukungan spiritual bagi kepemimpinan nasional.
Dalam sambutannya, Ustazah Bahijah Hamid mengutip firman Allah SWT, “Ysta’inu bis-sabri was-salah” (Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat). Ia menekankan bahwa pemimpin dan rakyat sama-sama membutuhkan kekuatan doa dalam menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks. la juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa doa adalah inti ibadah dan sesuatu yang paling mulia di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, memperbanyak doa untuk pemimpin adalah bagian dari menjaga keberkahan kepemimpinan itu sendiri.
Gerakan doa nasional yang diserukan tidak terbatas pada satu kelompok atau wilayah. Ustazah Bahijah Hamid mengajak seluruh masyarakat lintas daerah, suku, dan latar belakang untuk ikut mendoakan Bapak Presiden Prabowo Hafizhahullah, jajaran pemerintahan, serta masa depan NKRI.
la juga mendorong agar doa bersama dapat dilakukan di berbagai tempat, baik di masjid, majelis taklim, lembaga pendidikan, maupun kantor pemerintahan dan swasta. Munajat, istighotsah, dzikir, dan istighfar disebut sebagai ikhtiar spiritual menghadapi berbagai musibah dan tantangan. Harapannya, melalui kesatuan doa tersebut, Indonesia dijauhkan dari bencana, wabah, perpecahan, serta segala kesulitan yang tidak diinginkan. Sebaliknya, bangsa ini diharapkan menjadi negeri yang aman, tenteram, dan sejahtera.
Ustazah Bahijah Hamid menutup pelayanannya dengan doa agar Indonesia menjadi baladatun thayyibatun wa rabbun ghafur — negeri yang baik, makmur, serta senantiasa dalam rahmat dan perlindungan Allah SWT.

